5 Alasan penting untuk memiliki dana tambahan pensiun!

Print Friendly
Share Button

Kita semua sudah mengetahui, berprofesi sebagai seorang karyawan di perusahaan (bukan hanya staf, termasuk juga kita sebagai Ass. Mgr, Mgr, Kadiv, Direktur dll), akan mengalami siklus ; mulai bekerja, karir menanjak, sampai akhirnya mamasuki usia pensiun. Saat ini secara umum usia pensiun di Indonesia adalah 55 tahun. Untuk Anda yang saat ini berusia 30 tahun, 25 tahun lagi akan memasuki usia pensiun. Merasa beruntunglah Anda jika sedang membaca artikel ini sekarang.  Karena saya akan mencoba menyampaikan paparan mengenai alasan- alasan penting untuk Anda untuk mempersiapkan dana tambahan untuk pensiun Anda.

 

Alasan#1: Semakin tingginya usia harapan hidup di Indonesia

Urusan usia mutlak dibawah kekuasaan Tuhan YME, tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan dia akan meninggal dunia, apakah ketika baru 4 tahun bekerja kemudian meninggal, atau kah ketika karirnya sedang menanjak tiba-tiba meninggal, atau meninggal ketika sudah diatas usia 60 tahun. Kita tidak pernah tahu (???). Namun, jika kita membicarakan tentang masa pensiun, kita mencoba untuk menarik kesimpulan secara general.  Bahwa usia harapan hidup (UHH) setelah usia 55 tahun dapat “diprediksi” dengan angka statistik (Sekali lagi, saya tidak bermaksud “menjustifikasi” kekuasaan Tuhan YME tentang usia seseorang).

Pada tahun 1980, usia harapan hidup (UHH) di Indonesia sekitar 54 tahun, 10 tahun kemudian meningkat menjadi sekitar 62 tahun. Dan pada tahun 2014 nanti, di targetkan menjadi 72 tahun, atau 17 tahun setelah usia pensiun (55 tahun).

Berikut grafik dari UHH yang didapatkan dari Menkokesra:

Alasan peninggkatan UHH tersebut karena berbagai faktor, diantaranya semakin baiknya fasilitas kesehatan, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan lain-lain.

Lalu apa hubungannya Usia Harapan Hidup yang semakin tinggi dengan dana untuk pensiun? Jelas ada…!. Dengan semakin tingginya UHH maka akan “semakin panjang” kita hidup setelah usia pensiun. Pertanyaan nya adalah, seberapa besar dana untuk masa setelah usia pensiun yang ” semakin panjang” itu yang anda miliki nanti?

[iklan]

Alasan#2: Di dunia ini ada yang namanya “mata-mata” inflasi

Kadang kala kita tidak meyadari ternyata ada “mata-mata” yang selalu mengintai penghasilan kita, yaitu inflasi. Inflasi ini bahasa awamnya adalah tingkat kenaikan barang per tahun atau jasa yang kita beli. Pemerintah setiap bulan dan setiap tahun selalu memberikan informasi mengenai tingkat inflasi ini. Tapi apakah Anda pernah menyempatkan waktu untuk sekedar mengetahui dan mungkin menghitung inflasi 10 tahun lalu dan 10 tahun lagi ?

Jika Anda tidak sempat, berikut saya sampaikan data histori dari tingkat inflasi 10 tahun ke belakang;

Jika dirata-rata geometrik, tingkat inflasi 10 tahun lalu adalah 7.7%. Dengan menggunakan asumsi rata-rata inflasi 7.7% per tahun untuk 10 tahun ke depan, kita dapat hitung-hitungan, biaya makan hari ini yang sebesar Rp 15,000,-, maka 10 tahun lagi akan menjadi sekitar Rp 31,500,-!!. Bagaimana dengan kebutuhan Anda lainnya yang lebih besar dari harga sepiring nasi? Pasti akan lebih besar dari itu.

Alasan inilah yang harus anda jadikan pegangan untuk Anda merencanakan dana untuk pensiun nanti.

Dalam pikiran Anda mungkin berpikir, ” Lha, saya kan sudah punya JHT Jamsostek dan Uang Pesangon Pensiun sesuai UUK 13/2003 yang akan saya dapat kan nanti?”. “Inflasi cuman 7.7% per tahun bisa saya atasi koq dengan uang penghasilan ketika saya pensiun nanti dengan dua penghasilan yang akan saya dapatkan ketika usia pensiun nanti”.

Eitttss, jangan gembira dulu, 2 alasan dibawah ini akan menjawab pikiran Anda tersebut, dan apakah Anda sudah menghitung, jika JHT Jamsostek dan Uang Pesangon Pensiun Anda akan habis berapa lama?

[iklan]

Alasan#3: Saldo THT Jamsostek Anda akan habis dalam 3 tahun 3 bulan!

Pemerintah memang “baik hati” pada tahun 1977 lalu sudah mulai memikirkan nasib pekerja dengan mendirikan asuransi tenaga kerja yang sekarang bertransformasi menjadi Jamsostek. Salah satu program wajib yang harus diikuti oleh pekerja dan pengusaha adalah Tunjangan Hari Tua (THT), yang iurannya sebulan sekitar 5.7% (Iuran Pengusaha dan Pekerja). Namun sayang, sepertinya iuran sebesar itu masih terlalu kecil dengan kebutuhan saat pensiun nanti.

THT ini dapat menjadi penghasilan Anda ketika sudah mencapai hari tua (usia pensiun). Jika dikaitkan dengan judul artikel ini, sebenarnya THT belum cukup untuk “menghidupi” Anda saat memasuki hari tua atau usia pensiun nanti.

Berikut adalah ilustrasi dari iuran THT seorang karyawan yang berusia 30 tahun, dengan gaji Rp 5 juta.

Dengan asumsi kenaikan gaji 10% per tahun dan tingkat investasi 10% per tahun untuk saldo THT, saldo THT Jamsostek pada usia 55 tahun adalah Rp 963,422,052,- !.

Mari kita mulai menghitung, jika kebutuhan karyawan (tingkat penghasilan pensiun) tersebut pada usia setelah 55 tahun adalah 50% dari gaji terakhir dia (sekitar Rp 27 juta), dan dia menyimpan saldo THT tersebut di deposito dengan bunga 6% per tahun, maka dengan menggunakan rumus anuitas, uang saldo THT tersebut akan habis dalam waktu 3 tahun 3 bulan!.

Nah, sekarang anda pasti mulai khawatir dengan persiapan anda untuk masa pensiun nanti!.

[iklan]

Alasan#4: Uang Pesangon Pensiun Anda akan habis dalam 6 tahun 6 bulan!

Sumber dana saat usia pensiun nanti selain Jamsostek adalah Uang Pesangon Pensiun yang dihitungan berdasarkan UUK13/2003. Jika masa kerja anda pada satu perusahaan adalah 24 tahun atau lebih, maka Uang Pesangon Pensiun anda adalah 32.2 kali dari gaji terakhir anda.

Berikut adalah tabel pesangon dan tabel uang penghargaan masa kerja sesuai dengan UUK13/2003.

Dengan menggunakan formula untuk Uang Pesangon Pensiun, maka untuk masa kerja 24 tahun atau lebih didapatkan Uang Pesangon Pensiun sebesar 32.2 kali gaji terakhir anda.

Dengan skenario yang sama dengan THT Jamsostek diatas, yaitu karyawan tersebut mendepositokan Uang Pesangon Pensiun sebesar 32.2 xgaji terakhir tersebut dengan bunga 6% per tahun, dan karyawan tersebut menghendaki penghasilan setelah pensiun perbulannya adalah 50% dari penghasilan terakhir (gaji terakhir). Maka dengan rumus anuitas, Uang Pesangon Pensiun tersebut akan habis dalam waktu 6 tahun 6 bulan !.

 

Jika Anda mengandalkan Saldo THT Jamsostek dan Uang Pesangon Pensiun untuk penghasilan pensiun nanti, maka dengan 2 ilustrasi diatas dapat dihitung, 2 sumber penghasilan tersebut akan habis dalam waktu  9 tahun 9 bulan ( 3 tahun 3 bulan tambah 6 tahun 6 bulan) !!. Masih “lebih cepat” dari Usia Harapan Hidup setelah usia 55 tahun , yaitu 17 tahun!.

[iklan]

Alasan#5: Biaya kesehatan makin tidak masuk akal!

Diluar 4 alasan sebelumnya, sebaiknya alasan terakhir ini juga dapat dipertimbangkan oleh Anda dalam mempersiapkan tambahan dana untuk pensiun nanti. Yaitu sebuah fakta yang sudah kita tahu bahwa biaya kesehatan dari tahun ke tahun akan semakin mahal.

Dengan mempertimbangkan bahwa usia setelah pensiun, penyakit akan mulai “berdatangan”, maka biaya kesehatan ini sebaiknya anda pertimbangkan juga sebagai pengeluaran saat pensiun nanti.

 

Epilog: Jika setelah membaca 5 alasan diatas membuat anda terdorong untuk memiliki data tambahan untuk pensiun diluar THT Jamsosek dan Uang Pesangon Pensiun, maka ini lah yang harus anda lakukan sekarang:

  1. Mulailah menghitung pengeluaran anda saat pensiun nanti. Jika Anda kesulitan menghitung pengeuaran saat pensiun nanti, maka anda dapat memutuskan dari sekarang, mau berapakah penghasilan anda perbulan nya saat usia setelah pensiun. Artikel berikut dapat membantu anda untuk menambah wawasan mengenai tingkat penghasilan setelah pensiun: “Berapakah penghasilan Anda saat pensiun nanti?” dan “Jangan Habiskan Dulu Uang Pesangon Anda!”
  2. Setelah mengetahui tingkat penghasilan setelah pensiun anda dapat memulai menghitung saldo THT Jamsostek anda. Untuk mengetahui berapakah saldo THT Jamsotek anda, silakan baca artikel ini : “Bagaimanakah Cara Cek Saldo JHT Jamsotek Anda?”
  3. Kemudian, hitung juga Uang Pesangon Pensiun yang akan anda dapatkan di usia pensiun nanti. Silakan Baca Artikel ini:“Bagaimanakah cara menghitung pesangon PHK sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan”.
  4. Dari 3 langkah diatas, anda dapat mengetahui apakah penghasilan THT Jamsostek dan Uang Pesangon Pensiun anda cukup berapa lama untuk menghidupi pengeluaran setelah pensiun nanti.
  5. Selamat Menghitung……..

[iklan]

Image Source:techsource.ironbow.com

Share Button