2 Jenis Dana Pensiun yang harus anda ketahui

Print Friendly
Share Button

Dana pensiun adalah sebuah lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan dan mengelola dana dari masyarakat yang digunakan khusus untuk keberlanjutan pendapatan ketika usia  pensiun (manfaat pensiun). Dana Pensiun di Indonesia berada di bawah pengawasan Bapepam LK , Departemen Keuangan melalui Biro Dana Pensiun (kelak di tahun 2013 akan berada di pengawasan Otoritas Jasa Keuangan-OJK).

Seperti halnya bank dan asuransi, pengelolaan Dan Pensiun di atur oleh undang-undang. Undang-undang yang mengatur tentang dana pensiun adalah UU No. 11 tahun 1992 (UU No. 11/92). Undang-undang ini sekarang direncanakan akan direvisi, karena isi nya sudah tidak relevan lagi dengan keadaan sekarang.

Dana pensiun di Indonesia sampai dengan saat ini masih “diperuntukan” bagi karyawan yang bekerja di sektor formal (perusahaan swasta dan BUMN), Pegawai Negeri Sipil, Polri dan TNI. Untuk karyawan swasta pun tidak semua perusahaan tempat mereka bekerja memiliki atau mengikuti dana pensiun.

Tidak harus jadi PNS jika ingin dijamin pendapatan ketika pensiun nanti, anda yang saat ini status nya karyawan swasta sangat bisa untuk ikut ke dana pensiun. Berikut adalah jenis dana pensiun yang harus anda ketahui sebelum ikut dana pensiun.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Jika dilihat dari badan penyelengaranya atau pengelolanya, Dana pensiun dapat dikelompokkan menjadi menjadi dua jenis ; pertama, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yaitu dana pensiun yang penyelenggaranya atau pengelolanya berasal dari lembaga keuangan. Lembaga keuangan di Indonesia yang diijinkan mendirikan DPLK adalah bank dan asuransi jiwa.

DPLK ini hanya boleh menyelenggarakan satu jenis program pensiun yaitu Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Program Iuran Pasti adalah sebuah program manfaat pensiun dimana manfaat dari jenis program ini tidak ditentukan di awal, tapi berdasarkan saldo jumlah iuran dan hasil pengembangan investasinya.

Ilustrasi: Misalkan sekarang anda berusia 30 tahun, anda berniat untuk ikut dalam DPLK dengan program iuran pasti, dengan mempertimbangkan kemampuan anda untuk menabung di di DPLK tersebut sebesar 10% dari gaji bulanan anda, dan masa kerja anda sampai dengan usia pensiun (umumnya usia pensiun di Indonesia adalah 55 tahun), maka ada waktu selama 25 tahun (55 dikurangi 30), maka jumlah manfaat yang akan anda dapatkan adalah sebesar : 10% x Gaji Bulanan Anda x 25 tahun x 12 bulan ditambah hasil investasi.

Misalkan nilai dari  manfaat pensiun anda itu 1 milyar, maka tidak semua manfaat pensiun itu dapat anda ambil semua secara sekaligus, menurut ketentuan maksimal 20% (200 juta) dari manfaat tersebut yang dapat anda ambil secara sekaligus ketika anda mencapai usia pensiun, sisanya (800 juta) harus di cicil menggunakan anuitas dari perusahaan asuransi jiwa.

 

[iklan]

 

Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Jenis Dana Pensiun yang kedua adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). DPPK ini dikelola oleh pemberi kerja, dalam hal ini adalah perusahaan, baik perusahaan BUMN maupun swasta.

Ilustrasi; PT Maju Terus memiliki jumlah karyawan 1000 orang, manajemen ingin memberi kepastian dana untuk manfaat pensiun dari karyawannya nanti, dan mereka bermaksud untuk mengikutsertakan karyawan ke dalam dana pensiun. Tapi mereka tidak ingin mengikutsertakan karyawan ke DPLK, tapi mereka bermaksud mengelola, mengatur dan mengawasi secara langsung pendanaan tersebut. Maka mereka dapat membuat suatu badan hukum yang terpisah dari perusahaan yang disebut DPPK.

Menurut ketentuan di UU No.11/92, DPPK dapat menyelenggarakan 2 Jenis Program Pensiun, yaitu Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP). Untuk pengertian PPIP sama dengan yang ada di DPLK,  sedangkan PPMM merupakan program manfaat pensiun yang besar manfaatnya sudah ditentukan diawal.

Ilustrasi: Ketika mendirikan DPPK, PT Maju Terus harus menentukan besarnya manfaat pensiun yang akan didapatkan oleh karyawan ketika usia pensiun, diawal pembentukan DPPK tersebut. Misalkan manfaat bulanan tersebut sebesar : 2% x Total Masa Kerja x Upah Terakhir.  Ketika sudah berdiri DPPK yang bernama Dana Pensiun Maju Terus (DPMT), maka PT Maju Terus ini harus menyetor sejumlah uang secara berkala kepada DPMT.  Sejumlah uang tersebut tidak sembarangan ditentukan besarnya, namun harus ditentukan oleh aktuaris.

PPMP intinya adalah menyetorkan sejumlah uang untuk memenuhi manfaat  pasti yang telah ditentukan diawal pendirian. Bagaimana caranya agar manfaat pensiun tersebut terpenuhi.

Itulah dua jenis Dana Pensiun serta program nya yang ada di Indonesia, semoga dapat membantu anda memilih program dana pensiun.

 

Satu hal terpenting  tentang Dana Pensiun

Ada satu hal yang penting yang harus selalu anda ingat mengenai dana pensiun.  Yaitu jika anda sekarang ikut dalam program dana pensiun (atau akan ikut dana pensiun), camkan dalam hati anda, bahwa dana pensiun tersebut akan digunakan oleh anda hanya untuk keperluan anda ketika pensiun nanti, tidak boleh digunakan selain itu (Misalkan untuk biaya beli mobil, beli rumah, rekreasi dll) . Karena pada prinsipnya, uang yang anda miliki itu adalah uang untuk menjamin keberlanjutan penghasilan ketika anda pensiun nanti, makanya itu disebut “dana pensiun”, bukan “dana mobil”, “dana rumah”, “dana rekreasi”, dll.

 

[iklan]

Image Source:x-loan.blogspot.com

Share Button